Percobaan Sachs
Fotosintesis merupakan reaksi yang melibatkan energi cahaya matahari yang membutuhkan bahan berupa karbonsioksida dan air untuk menghasilkan energi serta mendapatkan produk utama berupa glukosa serta oksigen. Percobaan fotosintesis dalam diketahui melalui percobaan Sachs dan percobaan Igenhous..
Percobaan Sachs merupakan percobaan yang akan membuktikan adanya hasil yang dari fotosintes berupa oksigen. Pada percobaan ini menggunakan daun mangga Mangifera indica sebagai bahannya. Daun mangga yang digunakan dalam percobaan Sachs terlebih dahulu dibungkus dengan menggunakan almunium foil. Pembungkusan almunium foil ini bertujuan untuk memberikan pembeda antara bagian yang berfotosintesi dengan yang tidak.. Benda tersebut memberikan batasan terhadap adanya intensitas cahaya yang akan digunakan dalam berfotosintesis.
Fotosisntesis yang memanfaatkan cahaya matahari akan mempengeruhi hasil akhir dari sebuah reaksi metabolisme dari tumbuhan. Setelah daun mangga dibungkus kurang lebih selama seminggu, daun manga tersebut kemudian direndam dalam air mendidih. Air mendidih ini memiliki tujuan untuk melayukan sel dari daun mangga tersebut. Daun mangga yang layu ini akan memudahkan pengeluaran klorofil (zat hijau daun). Klorofil dari daun dapat dikeluarkan melalui perendaman dialkohol mendidih.
Alkohol yang mendidih tersebut akan menarik klorofil dari dalam daun. Setelah daun tersebut dilarutkan dalam alkohol, Daun yang layu tersebut dikeluarkan dari alkohol mendidih kemudian dibilas menggunakan air yang mengalir. Air mengalir ini bertujuan membersihkan daun dari alkohol.. Daun yang direndam dalam alkohol mendidih akan menampakkan antara daun yang ditutup dan yang terbuka. Daun yang tertutup akan menampakkan warna putih kekuningan sedangkan daun yang terbuka menampakkan warna daun yang kuning.
Bagian terakhir dari percobaan Sachs merupakan perendaman dalam larutan JKJ (jodium kalium iodida).perendaman dalam larutan JKJ berfungsi untuk menjadi indikator perubahan warna dari daun yang berfotosintesis. Pada percobaan Sachs warna daun yang berfotosintesis akan menjadi bercak kebiruan sedangkan untuk biru. sedangakan bagian daun yang kurang berfotosintesis atau tidak berfotosintesis akan menghasilkan warna bercak kebiruan.
Struktur Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)
STRUKTUR HEWAN VERTEBRATA
Hewan yang tergolong dalam vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang serta notochord. Pada percobaan biologi dasar sampel yang dgunakan yaitu ikan mas Cyprinus carpio dan katak hijau Rana cancrivora. Sampel yang digunakan ini adalah mewakili pembagian superkelas pisces dan superkelas tetrapoda. Superkelas pisces memiliki sirip berpasangan, terapat insang dan kulit yang bersisik. Sedangkan superkelas tetrapoda memiliki anggota badan berpasangan berparu-paru, kulit berzat tanduk dan rangka dari tulang.
| Cyrinus carpio |
| Rana cancrivora |
Struktur Hewan Tidak Bertulang Belakang (Invertebrata)
STRUKTUR HEWAN INVERTEBRATA.
Invertebrata (avertebrata) merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Pada golongan hewan ini, terdapat bermacam-macam pola hidup yang dimilikinya. Golongan hewan invertebrata yang biasanya digunakan dalam praktikum biologi dasar yaitu belalang Valanga sp. Cumi-cumi Loligo sp, dan Sotong Sepia sp. Ketiga hewan ini di anggap dapat mewakili percobaan invertebrata karena kelompok hewan ini mudah didapatkan dan nampak jelas pembagian tubuhnya.Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui struktur anatomi dan morfologi dari hewan tersebut.
Belalang Valanga sp. termasuk dalam kelompok hewan invertebrata karena tidak memiliki tulang belakang. Pembagian tubuh dari belalang terdiri atas 3 bagian yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen). Pada bagian kepala belalang terdapat sepasang antena yang memiliki fungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan. Selain itu, terdapat pula mata majemuk dan mata tunggal yang masing-masing digunakan untuk penglihatannya. Pada bagian dada, terdapat sepasang sayap yang berfungsi dalam pergerakan terutama untuk terbang. Di bagian perut, terdapat beberapa lubang yang disebut spirakel. Fungsi bagian ini yaitu sebagai pertukaran gas yang terdapat di dalam tubuh dari belalang tersebut. Pada bagian perut ini terdapat alat kelamin yang berupa ovipositor, terdapat pada bagian ujung abdomen. Kaki belakang pada belakang lebih panjang daripada kaki depannya karena difungsikan untuk melompat dan kaki depan yang relatif pendek karena berfungsi sebagai tumpuan setelah melompat.Secara anatomi, belalang memiliki sestem peredaran darah terbuka. Gas hasil metabolisme dan gas yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuhnya di ambil dari pertukaran yang terjadi dari proses pertukaran yang terjadi pada spirakel.
Cumi-Cumi Loligo sp. dan Sotong Sepia sp. memiliki beberapa kesamaan diantaranya memiliki jumlah tentakel yang sama sebanyak 10 dengan jumlah jerait panjang sebanyak 2 dan jerait pendek sebanyak 8. Kesamaan yang lainnya yaitu memiliki bentuk persamaan perlindungan diri menggunakan tinta yang disemburkan melalui siphon. Sistem pencernaan dari kedua hewan ini beerawal dari mulut yang mengandung radula dan dua rahang yang bentuknya menyerupai paruh burung Namun pada praktikum ini, cara membedakan cumi-cumi dan sotong yaitu dengan melihat sirip lateralnya. Pada cumi-cumi, sirip lateralnya hanya 1/3 dari panjang tubuhnya sedangkan pada sotong, sirip lateralnya sepanjang tubuhnya. Selain itu, bentuk tubuh dari cumi-cumi lebih ramping bila dibandingkan dengan sotong. Pada tubuh cumi-cumi terdapat kromatofor yang berwarna bintik kemerahan sedangkan warna kromatofor dari sotong berwarna abu-abu kebiruan. Perbedaan utama dari kedua hewan ini adalah terletak pada cangkangnya. Pada cumi-cumi, cangkangnya berasal dari zat kitin sehingga lebih elastis sedangkan pada sotong cangkangnya terdiri dari zat kapur sehingga terlihat keras.
Tumbuhan Tingkat Rendah
TUMBUHAN TINGKAT RENDAH
Percobaan ini betujuan untuk mengetahui struktur dari tumbuhan tingkat rendah tersebut. Pada percobaan ini menggunakan Jamur Merang Volvariella volvaceae, Mucor sp., Rhizopus sp, serta suplir Adiantum sp.
Jamur merang merupakan jamur makroskopis atau merupakan jamur yang dapat dilihat langsung. Hidup sebagai pengambil bahan makanan dari sisa-sisa makhluk hidup (saprofit). Jamur ini tidak mampu membuat makanannya sendiri sehingga dapat digolongkan dalam organisme heterotrof. Ciri yang dapat ditemukan dari jamur ini adalah bentuknya menyerupai payung. Pada tudung terbentuk spora yang apabila sudah matang akan diterbangkan oleh angin kemudian membetnuk misselium yang akan membentuk tubuh buah yang mempunyai payung.
Jamur Mucor sp. Jamur ini biasanya ditemukan di roti. Jamur ini merupakan jamur mikroskopis karena hanya dapat di lihat menggunakan bantuan mikroskop. Jamur ini memiliki tangkai spora yang terdapat pada sporagium di bagain ujung tangkainya. Perkembangbiakan terjadi dengan bantuan dua hifa yang berlawanan.
Jamur Rhizophus sp. Jamur ini juga tergolong dalam kelompok jamur mikroskopis karena tidak dapat dilihat langgusng menggunakan mata. Jamur ini memiliki ciri yang hampir sama dengan jamur Mucor sp. Namun hal yang memberbedakannya dengan jamur Mucor sp adalah Jamur ini hidup secara berkelompok (berkoloni).
Suplir Adiantum sp. Tumbuhan ini termasuk dalam tumbuhan peralihan dari tumbuhan Thallophyta ke cormophyta karena memiliki akar, batang dan daun yang sudah dapat dibedakan dari bagian yang lainnya. Tumbuhan ini tergolong dalam tumbuhan peralihan karena sistem reproduksinya masih menggunakan spora. Spora ini terdapat pada daun yang disebut dengan sonis.
Populasi, Komunitas, dan Ekosistem
POPULASI, KOMUNITAS dan EKOSISTEM
Populasi merupakan kumpulan dari dua atau lebih individu sejenis yang berada dalam ruang dan waktu tertentu serta memiliki berbagai ciri atau sifat yang unik dari kelompok dan bukan merupakan sifat miliki individu didalam kelompok tersebut.
Komunitas merupakan sekumpulan populasi yang saling berinteraksi dalam batasan ruang dan waktu yang sama. Interaksi ini akan memunculkan berbagai istilah seperti rantai makanan, jaring makanan dan piramida makanan.
Rantai makanan merupakan proses memakan yang hanya melibatkan satu arah, sehingga tidak ada komponen didalamnya yang memiliki dua fungsi sekaligus karena telah memiliki peranan masing-masing. Tumbuhan hijau yang dimakan oleh herbivora maka energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan akan berpindah ke tubuh herbivor tersebut dalam jumlah sedikit dan sebagian energinya berubah menjadi panas. Demikian pula herbivor yang dimakan oleh karnivora, energi yang didapatkan semakin berkurang. sehingga dalam rantai makanan ini hanya terdapat aliran energi.
Pada jaring makanan, arah dan proses makan dan dimakan tidak hanya berlangsung satu arah, melainkan beberapa arah karena jaring-jaring makan merupakan gabungan dari beberapa rantai makanan Hal ini menyebabkan organisme memiliki dua peranan dalam reaksi perputaran energi yang terjadi.
Pada piramida makanan, organisme tingkat tropik pertama merupakan penghasil makanan yang paling melimpah, sedangkan organisme tingkat kedua, ketiga dan seterusnya semakin berkurang. Berdasarkan hal ini, dalam suatu komunitas normal, jumlah tumbuhan lebih banyak daripada herbivora, herbivora dari pada karnivora tingkat I, dan karnivora tingkat I lebih banyak dari karnivora tingkat II. Jadi piramida makanan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkatan organisme maka akan semakin sedikit jumlahnya dan semaikin sedikit pula energi yang di dapatkan.
Ekosistem adalah suatu komunitas organisme yang berinteraksi sesamanya dengan alam tak hidup disekitarnya. Ekosistem beragam dalam produktivitasnya, artinya dalam jumlah energi yang disimpan dalam benda hidup heterotrof menjamin energi yang diperoleh dari autotrof. Energi dan bahan dari organisme lain memastikan suatu rantai makanan dan setiap mata rantainya merupakan tingka trofik.
Fotosintesis
FOTOSINTESIS
TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan dari praktikum ini adalah Membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen dan glukosa.
PEMBAHASAN.
Setiap makhluk hidup membutuhkan energi untuk tumbuh dan berkembang. Manusia dan hewan membutuhkan energi untuk melalui proses penjaringan makanan. Pada dasarnya tumbuhan memperoleh energinya dengan menggunakan proses fotosintesis. Fotosintesis pada hakikatnya merupakan satu-satunya mekanisme masuknya energi kedalam tubuh tumbuhna yang meliatkan senyawa organi baku.
Fotosintesis adalah suatu proses biologi kompleks. Proses fotosintesis menggunakan energi cahaya yang dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat di dalam kloroplas. memerlukan karbondioksida dan air sebaga bahan untuk membentuk karbohidrat dan melepaskan oksigen. Karbohidrat yang perama kali dibentuk yaitu glukosa.
TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan dari praktikum ini adalah Membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen dan glukosa.
PEMBAHASAN.
Percobaan yang dilakukan untuk mengetahui bahwa tumbuhan berfotosintesis adalah percobaan Sach dan percobaan Ingenhouse. Pada percobaan Sach digunakan untuk mengetahui bahwa tumbuhan menghasilkan glukosa yang ditandai dengan perubahan warna setelah di lakukan uji tes amilum.
Pada percobaan Sach ini bahan yang umum digunakan yaitu daun mangga Mangifera indica. Percobaan ini menggunakan beberapa perlakuan yaitu menutup daun tersebut selama 1 minggu menggunakan almunium foil. Hal ini bertujuan untuk memberikan batasan terhadap tumbuhan yang berfotosintesis dan tidak. Setelah itu, daun yang telah dibungkus tadi kemudian di rendam dalam air mendidih. Hal ini bertujuan untuk mematikan sel dari daun tersebut. Setelah dilakukan perendaman dalam air mendidih, dibutuhkan lagi perendaman dalam alkohol untuk mengetahui klorofil yang larut dari daun tersebut. Tahapan terakhir adalah melakukan perendaman dalam larutan Yodium Kalium Iodida (JKJ). Hal inilah yang akan memberikan perbedaan warna yang jelas pada daun yang berfotosintesis dan tidak. Daun yang berfotosintesis ditandai dengan warna hijau berbintik hitam yang menunjukkan adanya amilum dari daun tersebut.
Pada percobaan Ingenhousz menggunakan bahan tanaman air Hydrila verticillata. Percobaan ini akan membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen. Pada percobaan ini harus menggunakan wadah bening yang dibantu dengan menggunakan tabung reaksi. Hal ini di upayakan jumlah gelembung yang di hasilkan dari tumbuhan dapat diamati. Gelembung yang dihasilkan tadi merupakan oksigen hasil fotosintesis. Semakin banyak cahaya matahari yang di gunakan maka semakin banyak pula oksigen yang akan dihasilkan.
Tag :
pengertian fotosintesis,
Sel dan Jaringan
Percobaan Sel dan Jaringan
Tujuan Praktikum Percobaan ini adalah
- Mengetahui bentuk-bentuk sel
- Mengetahui perbedaan sel hidup dan sel mati
- Mengetahui pengertian benda ergastik.
Inti Praktikum
- Sel Bawang merah Allium cepa. Secara umum sampel ini sangat mudah di dapatkan terutama di pasar-pasar terdekat. Sel bawang merah memiliki bentuk yang tersusun menyerupai susunan batu bata. Di dalam sel bawang merah tersebut terdapat inti sel yang letaknya tidak beraturan. Sel bawang merah akan terlihat berwarna merah karena mengandung pigmen fikoeritrin yang mendominasi pigmen warna yang terdapat di dalam sel bawan merah. Sel bawang merah tergolong dalam sel hidup karena memiliki inti sel, Inti sel merupakan pusat dari aktivitas dari sel bawang merah ini.
- Sel daun Hidrilla Hydrilla verticillata. Setelah mengamati dibawah mikroskop cahaya, sel hydrilla tampak berwarna hijau. Sel ini berwarna hijau karena pigmen yang mendominasi adalah pigmen klorofil. Sama halnya dengan sel bawang merah, sel hydrilla juga memiliki bentuk yang tersusun seperti batu bata namun yang membedakannya pada sel daun hydrilla nampak bentuk yang aneh pada bagian dinding sel terluarnya yaitu trikoma. Trikoma ini berfungsi untuk mencegah penguapan yang berlebihan. Di dalam pengamatan, akan nampak aliran sitoplasma yang menunjukkan adanya kehidupan dari tanaman ini.
- Sel Kapuk Ceiba pentanra. Pada pengamatan sel kapuk ini hanya akan terlihat berupa dua buah garis lurus yang berisi air dan udara di dalamnya. Sel kapuk ini tergolong dalam sel mati karena tidak memperlihatkan adanya aktivitas yang dilakukan di dalam selnya. Bentuk sel dari kapuk berupa pita.
- Sel Kapas Gossypium sp. Pengamatan sel kapas tidak jauh berbeda dengan pengamatan sel kapuk. Hanya saja pada pengamatan sel kapas ini akan terlihat pilinan yang berada di dalam selnya. Fungsi pilinan ini untuk memperkuat penyerapan air dari sel tersebut. Bentuk selnya seperti pita dan merupakan sel mati karena tidak memperlihatkan adanya tanda kehidupan di dalam selnya.
- Empulur batang ubi kayu Mannihot utilisima. Keunikan dari sel ini adalah memiliki bentuk berupa segi enam. Sel empulur yang di amati hanya nampak sel yang berbentuk segi enam saja dan tidak terdapat inti sel di dalamnya.Setiap sel yang satu dengan sel yang lainnya memiliki batasan berupa adanya ruang antarse. Sel empulur ini termasuk dalam sel mati karena hanya terlihat ruang kosong di dalam selnya.
- Amilum pada Kentang Solanum tuberosum. Hal yang akan diamati pada kentang adalah amilum. Amilum ini merupakan hasil metabolisme dari kentang. Pengamatan ini menggunakan sari pati kentang yang masih berupa cairan. Cairan tersebut akan memunculkan butiran-butiran amilum yang bentuknya bulat lonjong menyerupai bulatan telur. Setiap amilum akan nampak garis-garis pertumbuhan serta titik pertumbuhan. Amilum ini merupakan hasil dari metabolisme yang menunjukkan bahwa adanya sel ini tergolong dalam sel hidup. Amilum ini merupakan benda ergastik yang berfungsi sebagai cadangan makanan.
- Tangkai tanaman Jarak Ricinus communis. Bentuk sel tangkai tanaman jarak yaitu berupa segi enam. Apabila di lakukan pengamatan di bawah mikroskop, maka akan tampak di dalam sel ini berupa butiran-butiran haus yang terdapat di salah satu dinding selnya. Butiran halus ini merupakan benda ergastik yang berbentuk kristal Ca oksalat. Sel tangkai tanaman jarak termasuk sel hidup karena menunjukkan adanya benda ergasik yang dihasilkan dari hasil metabolismenya.
Kesimpulan
Sel hidup merupakan sel yang menunjukkan adanya tanda kehidupan di dalamnya yang dapat di ketahu dengan adanya inti sel, sitoplasma serta organel sel. Selain itu dapat disebut juga sel hidup jika menghasilkan metabolisme sekunder di dalam selnya yang berupa benda ergastik. Sedangkan sel mati sel hanya berupa sel kosong yang dibatasi oleh dinding sel.
Benda ergastik adalah bahan non protoplasma baik yang berupa organik maupun anorganik sebagai hasil dari metabolisme dari sel tersebut. Benda ergastik ini berfungsi sebagai cadangan makan, pertahanan serta dapat berfungsi sebagai pertahan selnya.